Pernahkan kamu mengalami sembelit alias susah BAB ? Pasti tidak enak sekali bukan ?
Beberapa orang bahkan mengalami gejala penurunan kesehatan yang lebih fatal seperti penyakit jantung akibat angka kolestrol tinggi atau diabetes karena kadar gula darah yang tinggi. Di era yang serba cepat seperti sekarang ini semua aktivitas mengharuskan segala sesuatu yang serba instant, termasuk untuk urusan perut.
Orang orang yang sibuk dengan aktivitas nya secara sengaja atau tak sengaja cenderung melakukan pola makan yang salah tanpa memperhatikan komponen yg seimbang yg harus ada dalam makanan. Demi mengejar waktu orang lebih memilih mengkonsumsi fast food , Frozen food atau makanan kemasan instant yang praktis.
Semua masalah masalah kesehatan di atas sebenarnya akan teratasi dengan peran "si kecil" yaitu serat pangan. Apa itu serat pangan ?
Yuk kita kenal dia lebih jauh.
Menurut Kunzmann et al. (2015), Serat pangan (dietary fiber) merupakan komponen karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan manusia, sehingga sebagian besar melewati saluran pencernaan tanpa mengalami perubahan berarti.
Secara ilmiah, serat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Serat larut cenderung membentuk gel dalam usus dan berperan dalam menurunkan kadar kolesterol serta mengontrol gula darah, sedangkan serat tidak larut berfungsi mempercepat pergerakan makanan di saluran pencernaan dan mencegah konstipasi.
Serat pangan dapat diperoleh dari berbagai jenis bahan pangan nabati. Sumber serat larut banyak ditemukan pada buah-buahan seperti apel, jeruk, pir, serta sayuran seperti wortel dan brokoli.